Rabu, 20 Oktober 2010

Hanamasa dan....

Tulisan agak tertunda karena beberapa kesibukan. Kelas 3A telah memenuhi janjinya untuk makan di Hanamasa pada tanggal 17 Desember 2008 yang lalu.

Yang menarik bukan sekedar makan di Hanamasanya namun latar belakang di balik acara makan enak itu. Makan di hanamasa adalah komitmen kelas 3A jika mereka gagal memenuhi rencana kerja mereka menyusun proposal TA sesuai dengan dead line yang telah disepakati, dan kegagalan inilah yang akan menjadi pokok bahasa tulisan saya kali ini.

Kegagalan pencapaian tujuan, apapun tujuannya dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Tujuan yang tidak SMART
2. Tujuan yang tidak terintenalisasi
3. Lack of commitment
4. Loss of focus
5. Not manage the resources as a team

Saya akan coba bahas satu persatu dan fokus saya pada kegagalan kelas 3A dalam menyelasikan tujuan/rencana kerja mereka menyusun proposal TA.

Suatu tujuan hendaknya memenuhi syarat SMART : spesific, measureable, achieveable, realistic dan time contrain. Spesific berarti jelas, tidak mendua, setiap orang menginterpertasi sama. Measureable berarti terukur, artinya terdapat suatu hal yang dapat dilihat dan terkuantifikasi. Achieveable dapat berarti menantang sementara realistic berarti masuk akal. Achieveable dan realistic haruslah seimbang, dalam arti tidak terlalu menantang namun juga tidak terlalu mudah untuk dicapai. Time constrain berati berbatas waktu.

Dalam kasus penyusunan proposal TA ini tujuan sudah dibuat untuk memenuhi syarat SMART ini, namun kegagalan tetap muncul.

Tujuaan ini tampaknya tidak terinternalisasi, hampir semua mahasiswa tidak menganggap tujuan ini bagian dari tujuan aktivitasnya, akibat yang muncul adalah Lack of commitement, tidak ada komitmen yang kuat untuk mengerjakan dan menyelesaikan tujuan ini.

Jika ada sebagian kecil mahasiswa ada yang meninternalisasikan tujuan ini namun mereka tetap gagal menyelesaikannya ini lebih disebabkan karena mereka lost of focus, kehilangan fokus untuk menyelesaikan tujuan ini, mungkin karena merek melihat teman-teman lain yang tidak mencoba menyelesaikan tujuan ini.

Last but not least, bahwa di semua kelas baik kelas 3A maupun 3B menurut info tidak satupun yang dapat menyelesaikan tujuan ini, menurut saya ini disebabkan rekan-rekan tidak memanfaatkan resources sebagai sebuah team work yang dapat saling membantu, mengingatkan, memberi semangat, mengoreksi, memberikan jalan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan lebih jauh saya merencanakan sebuah skema yang berbeda, yang lebih individual untuk menguji apakah rekan-rekan bisa belajar dari kegagalan ini. (akangarman wordpress)


Lihat juga : dim sum, ice cream

Tidak ada komentar:

Posting Komentar