Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sate. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Desember 2010

Cara untuk Makan Sushi yang Sopan

Sushi pada awalnya merupakan makanan cepat saji, dijual di kedai kereta di pinggir jalan dan dapat makan di mana saja," ujar penggemar sushi Warren Ransom, pendiri www.sushifaq.com. "Makan dengan sumpit dianggap oleh banyak koki sushi Jepang sebagai etiket buruk, dan hanya benar-benar dilakukan di dunia Barat." Aneh, karena kita seringkali melakukan hal ini. Berikut adalah cara yang tepat menurut Ransom:

* Cara Mengambilnya :

Ambil sepotong sushi menggunakan beras kemudian dengan hati-hati balikkan atau dibalikkan ke samping. Mengambil ikan dengan nasi akan menolong agar tangan Anda tidak berbau ikan.

* Celupkan
Celupkan ikan dalam kecap. Jangan ikut mencelupkan nasinya, hal ini akan menghilangkan rasa kedelai dan membuat nasi akan berantakan pada kecap.
Buka Mulut Anda Lebar-lebar

Tempatkan sushi di mulut Anda sehingga topping dari sushi(bagian ikan) mengenai lidah Anda terlebih dahulu. Rasa dari ikan tentu merupakan alasan Anda untuk makan sushi. Selain itu, Anda pasti tidak ingin menurunkan selera makan Anda dengan membuat nasi terlebih dahulu lunak di lidah Anda.

* Makan dalam Dua Gigitan
Makanlah sushi dalam dua gigitan. Tidak sopan untuk meletakkan kembali setengah potongan sushi kembali ke piring Anda.

* Dapatkan acar

Bersihkan lidah Anda dengan sepotong acar sebelum pindah ke menu sushi lainnya. Atau bir, jika Anda berkenan.

Sumber : menshealth.co.uk

Lihat juga:
Sate
Steak

Selasa, 30 November 2010

Wine yang Halal

AMSTERDAM (Berita SuaraMedia) – Taner Tabak (35) telah berusaha memperoleh sertifikat Wine putih halal selama dua tahun, dan kini ia telah berhasil. "Kevserhelalwine" miliknya lolos tes dan mendapat sertifikat halal dari Kontrol Kualitas Halal (Halal Quality Control – HQC).

Pencarian Tabak akan anggur dengan kadar alkohol 0% dilakukan atas permintaan kaum Muslim. Pada pertemuan setiap hari Jumat, mereka tidak dapat minum bersama kolega dan teman-teman dan sebuah "Wine halal" dapat menjadi solusi bagi persoalan itu.

Tabak mempelajari proses pembuatan Wine bebas alkohol. Melalui sebuah proses teknis baru, yang membuatnya mendapatkan hak paten, Tabak, bekerjasama dengan sebuah perusahaan Jerman, berhasil membuat Wine bebas alkohol. Tabak mengatakan memang telah ada minuman Wine yang dikatakan bebas alkohol, namun mereka tidak lolos tes halal HQC karena masih mengandung sedikit alkohol.

HQC memiliki banyak syarat sebelum mereka memberikan sebuah sertifikat pada suatu produk. Sebuah permintaan tambahan untuk memperoleh sertifikat contohnya adalah peraturan higienis. Mereka mengerjakannya di bawah konsultasi dengan HQC. Tabak mengatakan, "Wine halal tidak dibuat begitu saja!"

Kelompok sasaran Tabak bukan hanya kaum Muslim, melainkan lebih luas lagi. "Yang juga menjadi sasaran saya adalah para wanita hamil, mereka yang terkena diabetes, mereka yang harus menyetir setelah menghadiri sebuah pesta dan karena itu tidak bisa minum alkohol dan sebagainya."

Di antara koleksi Tabak adalah Wine merah, putih, dan mawar, juga Wine yang berat. Ia yakin akan kelezatan rasa Wine nya dan baru-baru ini menantang seorang ahli Wine Nicolaas Klei untuk datang dan mencicipi anggurnya.

Nama kevser merujuk pada sebuah surat di Al Quran, jelas Tabak. Surat itu berbicara tentang Wine halal.

Tabak tidak khawatir akan penjualan Wine - nya. Negara-negara seperti Malaysia, Azerbaijan, Dubai, dan bahkan Arab Saudi telah menunjukkan ketertarikannya, ujar Tabak dengan antusias.

Tabak menjual Kevserhelalwine melalui perusahaan miliknya, Talay Wine Company, dengan harga rata-rata 6-7 euro (Rp. 90.000 – 100.000).

"Kami telah mengubah yang haram menjadi halal. Wine yang berasa seperti Wine tapi benar-benar bebas alkohol, dan kami memproduksinya," ujar Tabak.

Wine halal buatan Tabak bukan satu-satunya minuman beralkohol yang tidak mengandung alkohol. Tahun lalu, di Perancis diproduksi Chamalal, sampanye halal. Seperti sampanye pada umumnya, minuman ini juga terbuat dari Wine dan bergelembung, namun bebas alkohol.

Diluncurkan pada bulan September, tepat menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2008, Chamala terbukti berhasil diterima di negara asal sampanye itu. Tidak ada satu acara pun yang akan lengkap tanpa kehadirannya.
Versi halal gelembung sampanye ini dijual dengan harga sekitar 60 euro (Rp. 900.000) per botol di beberapa restoran, namun jauh lebih murah jika membelinya di supermarket.

Penemu Chamalal, Rachid Gacem, mengatakan bahwa ia melihat adanya celah dalam pasar minuman beralkohol.

"Ketika saya datang ke pesta dan semua orang meminum alkohol, seperti sampanye, mereka seringkali menanyakan apakah saya mau minum satu gelas. Tapi kami (Muslim) tidak minum alkohol. Karena saya ingin menjadi bagian dari pesta, saya ingin meminum sesuatu yang seperti sampanye, tapi bukan sampanye."
Menanggapi minuman tersebut, tak semua Muslim lantas setuju. Beberapa di antara pemeluk Islam mempertanyakan bahkan meragukan kandungan isi Cham'alal. Seperti komentar-komentar di situs berita online yang menulis tentang peluncuran Cham'alal, yang salah satunya berbunyi, "Apakah itu benar-benar minuman Wine berkarbonasi?". (rin/iie/itn/fw/rpk/at) Dikutip oleh www.suaramedia.com

Sumber : suaramedia.com

Lihat juga:
Sate
Soto

Senin, 29 November 2010

Asiknya Sate Jepang

Sate termasuk salah satu makanan paling populer di Indonesia. Banyak daerah di Nusantara ini memiliki menu sate. Oleh karena itu Anda mengenal sate padang, sate madura, sate banjar, sate betawi, sate maranggi, sate blora, sate ponorogo, dan lain sebagainya. Jenis dagingnya pun beragam, dari ayam hingga penyu, dari kerang hingga torpedo. Sajian tersebut dapat Anda peroleh dengan mudah, dari warung pinggir jalan hingga restoran mewah.

Namun pernahkah Anda mendengar tentang sate Jepang? Sate Jepang yang juga disebut yakitori, tidak jauh berbeda dengan sate yang ada di Indonesia. Cara memasaknya juga dengan cara dibakar, dengan beraneka macam daging, tak beda dengan sate khas Indonesia.

Meskipun banyak memiliki kesamaan, perbedaan antara sate khas Indonesia dan yakitori juga cukup mencolok. Makanan di Jepang umumnya diolah dengan cara dan bahan yang sehat. Hal ini juga diterapkan dalam pembuatan yakitori. Jika sate yang biasa kita kenal adalah sate yang banyak mengandung kecap dan minyak, yakitori tidak banyak mengandung minyak dan lebih mengutamakan penggunaan garam.

Bahan dasar yakitori sendiri adalah ayam, sesuai makna kata tori yang artinya ayam. Semua bagian dari ayam, seperti paha, kulit, hati, dan lain sebagainya, bisa digunakan untuk yakitori. Di Jepang, sate ayam ini lalu dibakar di atas arang kayu. Kualitas arang kayu ini menentukan cita rasa satenya. Arang kayu yang keras dan aromatik menghasilkan sate yang lebih lezat, daripada arang kayu yang lebih murah, atau yang dipanggang di atas kompor gas dan pemanggang elektrik. Sebagian penjual yakitori menggunakan ayam buras (jidori), yang lebih alot daripada ayam biasa, tetapi lebih punya cita rasa.

Di negara asalnya, yakitori populer di kalangan pekerja kantoran kelas menengah sebagai jajanan sepulang kantor dalam perjalanan ke stasiun kereta. Yakitori banyak dijual di yakitori-ya, (restoran atau stan-stan makanan di pinggir jalan). Kerap kali selain dicelup dengan saus barbeque (sebelum dipanggang), daging ayam tersebut juga disiram dengan bir dingin. Wow... seperti apa, ya rasanya? Mereka mengakhiri hidangan tersebut dengan menenggak sake.

Sumber : Eka.D kompas.com - banjarmasinpost.co.id

Lihat juga:
Burger King
Wine

Minggu, 28 November 2010

Enaknya Membuat Sate Jamur

Resep dan bahan-bahan untuk membuat Sate Jamur, diantaranya adalah :

Bahan:
500 gr jamur kancing/ jamur merang, potong 2
½ gelas air asam jawa
2 sdm kecap manis
2 lbr daun jeruk
¼ sdt garam
3 sdm minyak goreng
tusuk sate secukupnya

Bumbu halus:
1 ruas jari lengkuas
1 ruas jari jahe
50 gr kemiri
2 siung bawang putih
5 btr bawang merah
2 sdm gula merah

Cara membuat:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, air asam, kecap manis, daun jeruk dan garam, aduk rata. Masak sampai harum dan matang.
2. Masukkan jamur, masak sampai jamur layu. Angkat.
3. Tusukkan 4-5 jamur pada tusuk sate, lalu bakar hingga kering. Angkat dan sajikan hangat.

Sumber : Rumah Jamur, Jl. Raya Lembang No. 155 Bandung Barat, (022-70870888) - Dahrani Putri-female.kompas.com

Lihat juga:
Steak
Hanamasa

Kamis, 25 November 2010

Sate kiloan cita rasa Tegal

Sate Kiloan SMS mengambil citarasa Sate ala Tegal untuk menu resep Sate Kambing dan untuk menu resep Lainnya seperti resep Tongseng Kambing dan resep Tongseng Ayam menggunakan bumbu rempah ala resep masakan Solo.
“Rumah makan ini perpaduan antara masakan khas Tegal dan Solo”, tandas Lina. Dar¡ desain bangunannya Sate Kiloan SMS juga punya ciri khas. Ornamen gubuk dan pernak-pernik khas pedesaan dipadu-padankan hingga menjadi hiasan yang menarik. Menurut sejarah, warung sate kiloan dirintis oleh Ujang Nasir, warga Babakan, Madang, Bogor, Jawa Barat. Disebut sate kiloan, karena pembeli sate ¡tu tidak membeli berdasarkan jumiah tusukan satenya, melainkan berapa berat kilonya.

Walau namanya Sate Kambing, namun menu resep yang disajikan rumah makan ini terbuat dar¡ daging domba, bukan dar¡ daging kambing. ALasan Lina karena daging domba memiliki serat lebih halus dibandingkan daging kambing. Selain itu aroma daging domba juga lebih bersahabat ketimbang daging kambing yang Lebih prengus.

Jika ingin menikrnati Sate Kambing di sin¡, daging kambing akan ditimbang dulu sesuai pesanan. Untuk seperempat kilogram sate, berisi 12 tusuk, Anda cukup merogoh kocek sebesar Rp 38 ribu rupiah. Sedangkan untuk satu kilogram dipatok seharga Rp 152 ribu rupiah. Anda juga bisa membeli dalam ukuran porsi, ¡si 10 tusuk Rp 32 ribu. Jadi sangat fleksibel.

Dibandingkan olahan daging kambing, warna Sate-nya tidak cokiat kehitaman seperti Sate pada umumnya namun coklat kemerahan. Bumbu resep pelengkapnya ada potongan tomat, cabe rawit hijau, bawang merah, bawang goreng, dan sedikit siraman kecap manis. Bumbu resep pelengkap ¡ni sama dengan bumbu resep pelengkap yang digunakan pada resep Sate Tegal, yaitu Sambal Kecap berupa campuran resep bawang merah, tomat, cabe rawit, serta tak ketinggalan kecap manis.

Warna coklat kemerahan dihasilkan dar¡ olesan sedikit margarin dan kecap manis saat daging dibakar sehingga daging tak mudah hangus. Proses membakarannya menggunakan arang batok kelapa, sehingga nyala bara lebih lama dan debu bakaran tidak banyak. Dagingnya terasa begitu empuk karena domba yang digunakan oieh rumah makan ini adalah domba yang berusia antara 7-10 bulan. Bagian daging domba yang digunakan tidak ditentukan harus dar¡ bagian paha atau dada.

Yang unik adalah tambahan minyak samin yang dioleskan setelah proses pembakaran Sate. Tambahan minyak samin membuat rasa Sate gurih berbaur dengan gurihnya margarin. “Nita memang sengaja menggunakan minyak samin agar Sate lebih gurih,” ujar Lina.
Citarasa resep-nya memang benar-benar klop, ada sensasi manis dar¡ citarasa resep Sate Solo yang dengan sensasi gurih minyak samin. Sebagai penutup setequk Es Jeruk Manis sangat menyegarkan. Selain ¡tu ada pilihan Jus dan Softdrink. Aneka buah yang dijadikan Jus berupa belimbing, jeruk, mangga, alpukat, jambu, tomat, serte jus kombinasi dar¡ campuran beberapa buah. Kisaran harga makanannya mula¡ dar¡ Rp 16 ribu sampai dengan Rp 800 ribu untuk Kambing Guling, dan minuman segar dar¡ Rp 3 ribu sampai dengan Rp 10,5 ribu.
Penasaran bagaimana bedanya Sate Kambing di rumah makan ¡ni dengan tempat lainnya. Catat jam bukanya dar¡ puku1 9 pagi sampai 10 malam.***

Sumber : lintasberita.com

Lihat juga:
Dim Sum
Steak

Rabu, 24 November 2010

Surya Saputra makan Sate Torpedo

Sate - Surya Saputra didaulat sebagai pemandu acara 'Berkorban Sepenuh Hati Bersama Bango' di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan. Ia mendapat pengalaman baru saat mencicip Sate torpedo.

"Rasanya enak tapi kalo disuruh milih, aku lebih suka sate daging daripada torpedo," kata Surya saat ditemui di sela-sela acara, Jumat, 27 November 2009.

Sate torpedo merupakan masakan yang diolah dari organ kelamin sapi atau kambing. Mitosnya, sate torpedo berkhasiat sebagai obat kuat laki-laki atau meningkatkan gairah seksual. "Efeknya berbahaya, tapi itu mitos ajalah," ujarnya.

Meski tak terlalu menyukai rasanya, Surya tak kapok untuk mencobanya lagi. Alasannya, sate torpedo merupakan salah satu menu khas yang disajikan dalam kuliner Indonesia. "Karena termasuk melestarikan," ujarnya.

Sumber : Pipiet Tri Noorastuti, Gestina Rachmawati- showbiz.vivanews.com

Lihat juga:
Sour Sally
Burger King

Senin, 22 November 2010

Sinar Mas Dissapointed with Burger King's Decision

PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) was disappointed with Burger King's decision to no longer buy palm oil production.

"We are disappointed with the decision and will continue to provide a better understanding of the Burger King on our sustainability commitment," said Smart detikFinance quoted in a statement on Friday (03/09/2010).

Smart expects Burger King remains a palm oil consumer. Smart is also confident that Burger King's decision does not represent the views of most consumers.

"We look forward to welcoming them back as a consumer in the near future," said Smart.

Smart states, independent verification report (IVEX) have concluded SMART is a responsible company and operates in rigorous Standard Operating Procedures.

As is known, the U.S. fast food giant, Burger King decided to no longer buy palm oil from the Sinar Mas and son business. The decision was taken after Greenpeace is running a negative campaign against the Sinar Mas.

Burger King said in a statement asserted, the result of verification by independent auditors of the business unit of Sinar Mas, PT Smart Tbk shows activity that is inconsistent with the commitment to corporate responsibility.

Burger King's decision was also taken after the release of the results of the verification team that is prepared by an independent verification agency Control Union Certification (CUC) and the BSI Group of PT Sinar Mas Agro Research and Technology Tbk (Smart) and the parent company of Golden Agri Resources Smart.

Source: Qom / dnl - Nurul Qomariyah - detikFinance

See also:
Sate
Soto

Minggu, 21 November 2010

Soto from Banyuwangi

Various types of Soto may have been common in parts of the archipelago, as one dish berkuah with a variety of menu choices like chicken soup, meat, and tripe.

Unlike the case with the presentation type of soup is served at the stall Pak Saeton Barong located at Jalan 156, Bakungan Village, District Glagah, Banyuwangi.

This soup is served with a mix of meatballs, Banyuwangi people used to call it meatball soup. Form of presentation is the same with soup and meatballs in general, with complementary and vermicelli noodles, a little fried onions and celery are then mixed gravy meatball soup.

The picture looks outstanding in preparing this meal is a yellow soup, so that when viewed as kind of soup in general.

The new person can tell the difference, if it is felt these dishes. It was, no less delicious with chicken soup, meat, or tripe.

First time to enjoy the meatball soup broth was outstanding, it feels so wonderful as eating meatballs mixed with soup. Merger sauce and meatball soup was so attached dilidah, thus creating a delicacy for the audience.

Enjoyment was added to the bulb dish of meat, chicken claw, head of chicken, beef and mixed balungan innards.

For connoisseurs do not have to select all menu complement meatball soup because these foods will make the extra belly full, but regular purchaser menu mix according to taste.

Usually they mix the meatball soup between the bulb plus the claw meat and chicken heads, there are also buyers who just want to enjoy balungan mixed cow innards.

This meatball soup can be eaten with rice or rice cake.

Meatball soup secret pleasure is derived from the gravy, soup seasoning mix them consist of sere, turmeric, laos, ginger, garlic, onion, pepper, broth mixed with meatballs that come from immersion balungan and beef.

Every day the shop owner always prepare 10 pounds of chicken heads and chicken claw 10 kg, meat to make the bulb 14 kg, and balungan cows up to 20 kg.

As a result, almost every day shop open Pak Saeton that began at 11:00 to 17:00 am always filled with visitors, even every day can usually spend up to 700 bowls.

For the price of soup meatballs per serving according to the number of the selected menu. For the regular menu, mixed bulb and head of a chicken claw, buyer just pay Rp 5 thousand.

Shape the success of Mr. Saeton combines two flavors of meatballs and meatball soup into soup originally had a doubt, what future products can be accepted in society. Moreover, society generally Banyuwangi tongue is so sensitive to every dish.

"People Banyuwangi was always choose and fussy with food, cooking apabaila unpleasant, yes daganganya not sell," said the man born 68 years ago this.

According to Mr. Saeton when that idea came because he wanted to create a different menu, good for the hobby to sit and eat meatballs and soup. So people can feel both these foods, as well as meatball soup.

At first it was so weird to hear meatballs mixed soup, as currently in Banyuwangi is only known salad soup, but because they want to be different, Mr. Saeton try mencapur both desperate to make a breakthrough.

First opened business in 1971, a meatball soup stall has not been known and known to the public "Blambangan Earth." But gradually it began to stall many buyers visited.

"First open stalls deserted, shops began to busy buyers because spread by word of mouth from people who've tried it," he explained.

Now the struggle to create different menus combine soup and meatballs which began 39 years ago by Mr. Saeton not in vain, even not only known by the people of Banyuwangi, but the people outside, such as from Jakarta, Malang, Surabaya, is also often stopped by to enjoy a meatball soup Pak Saeton.

Riot buyers who stop by the kiosk to make the results of its sales turnover per day can make a profit reached Rp 3, 5 million.

Source: Fachrur Rozi - antarajatim.com

See also:
Sate
Hanamasa

Senin, 15 November 2010

Ice cream, Milk and Woman's Fertility

Beneath the Ice cream is a delicacy of the adverse effects that may not have a lot of people know, which reduces fertility. Ah, the time anyway? Although somewhat hard to believe, but a study made by researchers from the Nurses Health Study at Harvard School of Public Health, the U.S., it said that too much ice cream and other food products containing milk could increase the risk of infertility.

According to the researchers, women who ate two or more foods containing milk every day, tend to be difficult to conceive in the absence of ovulation. Meanwhile, those who eat fatty foods and milk once a day, only 27 percent are experiencing this problem. The results are reported in the European journal Human Reproduction this week.

But researchers also cautioned that the results of this research should not be trusted one hundred percent because of this research is only based on interviews with female respondents, rather than scientific research that specifically examines Ice cream. "The core of the publication of the results of this research is that women do not consume too much ice cream every day," said lead researcher, Dr. Jorge Chavarro from Harvard.

The results of this study was also questioned by the researchers themselves. According to them, the researchers were not able to find links between infertiliti and dairy products in general. "The weight that is too extreme, either too thin or too fat, which would increase the risk of difficult pregnancy," says Dr.William Gibbons, president of the Society for Assisted Reproductive Technology. According to him, overeating is not good, but too strict diet as well as bad for the process of reproduction. (Indonesiaindonesia - doktersehat.com)

See also:
Sate
Sushi

Sate Jamur Tiram Putih di Surabaya

Anda penyuka Sate daging kambing, ayam, sapi atau kuda. Kali ini ada sensasi Sate dengan bahan jamur tiram putih. Selain rasanya gurih dan lezat, manfaatnya bagi tubuh diyakini tak menimbulkan penyakit berbahaya.

Bila Anda warga Kediri bisa menikmati hidangan Sate jamur tiram putih, di depan Mapolsek Grogol, Kabupaten Kediri Jalan Raya Kediri-Nganjuk. Penjual menjajakan dagangannya menggunakan vespa yang dimodifikasi layaknya sebuah gerobak PKL.

"Dulu dengan vespa ini saya bisa jualan keliling, berhenti di mana saja saya suka. Tapi sudah hampir setahun ini saya menetap di sini, karena memang langganan mulai ada," kata Arbani, sang menjual Sate jamur tiram putih kepada detiksurabaya.com yang menemui di gerobaknya, Sabtu (23/10/2010).

Tentang Sate jamur tiram putih dagangannya, Arbani mengaku memulainya dengan menjual masakan jadi dari kantor ke kantor. Usaha ini merupakan pengembangan atas budidaya jamur tiram putih yang dilakukan di rumah. Dengan dalih omzet penjualan tak besar, dia memberanikan diri banting setir mengubahnya menjadi warung, dengan pengolahan Sate dilakukan berdasarkan pesanan.

"Cuman jamurnya saya rebus dan bumbui di rumah. Selebihnya mulai dari memotong, menusuk dan membakar saya lakukan berdasarkan pesanan," jelas Arbani.

Untuk manfaat mengkonsumsi Sate jamur tiram dagangannya, Arbani mengklaim tidak menghadirkan penyakit berbahaya bagi yang mengkonsumsinya. Selain diolah secara higienis, jamur tiram merupakan jenis tanaman dipastikan beda dengan daging yang dapat dipastikan mengandung kolestrol tinggi.

Harga Sate jamur tiram putih juga sangat terjangkau oleh semua kalangan, karena dijual seharga Rp 5.000 untuk setiap porsi.

"Ini yang mengatakan pembeli, bukan saya mengada-ada. Banyak yang dulunya suka Sate kambing beralih ke sini karena takut darah tinggi, dan ada yang suka Sate ayam tapi takut alergi," ujar Arbani bersemangat.

Pria yang pernah menjadi staf pengajar di salah satu MTs di Kabupaten Kediri mengaku, pilihannya menjajakan Sate di warung mulai membuahkan hasil manis. Dari awal membuka usaha hanya mampu menghabiskan 1 kg jamur, saat ini dalam sehari minimal 7 kg jamur bisa dihabiskan.

"Yang jelas hasilnya lebih besar dibandingkan sukuan (Tenaga GTT) di madrasah," pungkasnya sumringah.

Anda penyuka Sate dan tak ingin merasakan dampak negatif saat mengkonsumsi, tak ada salahnya menikmati Sate bahan dasar jamur tiram putih. Sebab rasanya dijamin tetap gurih senikmat daging kambing, ayam, sapi atau bahkan kuda. (fat/fat - Samsul Hadi - detikSurabaya)

Lihat juga :
Hanamasa
Dim Sum

Kamis, 11 November 2010

Ayo makan Ice cream

Ice cream rasa apa yang paling Anda suka? Vanilla, cokelat, strawberry, durian, nanas, pisang atau mixed? Ice cream, dari namanya saja terbayang sejuta kelezatannya. Setiap anak pasti suka nikmatnya Ice cream.

Bahkan anak-anak merengek dengan sekuat tenaga saat ingin dibelikan Ice cream. Namun banyak juga orang tua yang melarang anaknya makan Ice cream hanya karena sedang flu atau takut anaknya terlalu gemuk.

Anda berpikir Ice cream membuat flu Anda semakin parah? Atau Anda menghindari Ice cream karena takut gemuk? Wah, kalau begitu Anda rugi sekali. Baca artikel ini sampai habis, karena Ice cream sangat baik untuk kesehatan Anda

Asal Ice cream
Ice cream dikenal sejak zaman Romawi, yaitu pada 400 tahun Sebelum Masehi. Produksi Ice cream secara komersial mulai dilakukan pada abad ke-18, menyusul ditemukannya mesin freezer pada tahun 1846. Pabrik Ice cream pertama dibangun di Baltimore, Amerika Serikat, pada tahun 1851.

Ice cream dapat dikatakan sebagai jenis hidangan paling populer di dunia. Pada tahun 2003, produksi Ice cream dunia mencapai lebih dari satu miliar liter dan dikonsumsi oleh miliaran konsumen per tahun.

Menurut Standar Nasional Indonesia, Ice cream adalah sejenis makanan semi padat yang dibuat dengan cara pembekuan tepung Ice cream atau campuran susu, lemak hewani maupun nabati, gula, dan dengan atau tanpa bahan makanan lain yang diizinkan. Di pasaran, Ice cream digolongkan atas kategori economy, good average dan deluxe.

Perbedaan utama dari ketiga jenis Ice cream tersebut terletak pada kandungan lemak susunya. Saat ini di pasaran juga dikenal Ice cream rendah lemak, yaitu Ice cream yang direduksi kandungan lemaknya per takaran saji. Reduksi yang dilakukan umumnya sebesar 25 hingga 50% dari jumlah normal. Jadi, kandungan lemak dalam Ice cream rendah lemak hanya sekitar 2-6%.

Manfaat Ice cream
1. Kandungan kalsium pada Ice cream bermanfaat untuk menjaga kepadatan massa tulang, pencegahan osteoporosis, kanker, serta hipertensi.

2. Bergizi tinggi dan tidak membuat gemuk
Ice cream memang mengandung lemak, terutama lemak jenuh. Hal itu menyebabkan banyak orang menghindari Ice cream karena takut gemuk. Padahal, kontribusi energi Ice cream per takaran saji (satu cangkir) hanya sekitar 10% dari total kebutuhan energi dan kontribusi lemaknya sekitar 15% dari total kebutuhan lemak per hari. Jumlah tersebut termasuk kecil, sehingga kurang pas jika Ice cream dituduh sebagai biang keladi penyebab kegemukan atau obesitas.

3. Tak Menyebabkan Pilek
Ice cream bukan penyebab batuk pilek. Sebab, ketika masuk ke mulut, Ice cream dengan segera akan meleleh. Pelelehan Ice cream dengan cepat dipacu oleh pengaruh suhu tubuh, sehingga saat Ice cream masuk ke kerongkongan suhunya sudah tidak sedingin air es.

4. Antitumor dan HIV
25%-30% kandungan Ice cream adalah susu. Susu tersusun dari Laktoferin, yang memiliki peran sebagai zat pertahanan tubuh non-spesifik terhadap patogen. Laktoferin juga memiliki aktivitas Antiviral, terutama terhadap cytomegalovirus, influenza, dan HIV.

Manis, lezat, bergizi tinggi pula. Apakah Anda masih ragu untuk makan Ice cream? Jangan lupa sajikan Ice cream sebagai kudapan sehat Anda. (untukku.com - benih.net.com)

Lihat juga:
Dim Sum
Sate

Rabu, 10 November 2010

Wine Merah kenapa berwarna merah?

Pertama hal pertama, Wine merah baik ... merah, tapi kenapa? warna Ini bisa berasal dari beragam luas varietals anggur mulai dari anggur  yang kemerahan, dalam ungu, dan bahkan biru yang indah pada skala warna. Ini anggur menimbulkan warna Wine yang diklasifikasikan dengan deskriptor seperti garnet, hampir hitam, merah tua, merah terang, ruby merah, buram ungu, violet dalam, merah marun dan daftar terus. Ini adalah grapeskins yang bertanggung jawab untuk spektrum warna yang berbeda dari Wine merah itu. Kulit berada dalam kontak dengan jus anggur selama proses fermentasi, yang memungkinkan penyebaran baik warna dan tanin. rona merah tertentu The Wine individu tergantung pada jenis anggur yang digunakan dalam proses dan lamanya waktu pigmentasi kulit yang bersentuhan dengan jus. Ada benar sekitar 50 tombol merah Wine varietals yang secara konsisten mewujudkan diri dalam pasar dunia Wine saat ini.

Pilihan Gelas untuk Wine Merah
Wine Merah akan menempatkan kaki mereka terbaik ke depan ketika dituang ke dalam dan meneguk dari gelas Wine dengan ruang yang memadai. Semangkuk jelas oval atau berbentuk telur yang menyempit sedikit di atas dibandingkan dengan gelas ramping flute-seperti yang diperlukan untuk menikmati Wine merah dengan penuh. Kaca Wine merah yang ideal akan menampung antara 10-22 ons cairan, memungkinkan lebih banyak ruang untuk berputar-putar Anda Wine dan luas permukaan yang lebih baik untuk membiarkan Wine untuk bernapas sedikit. Pada catatan melayani, perlu diingat bahwa Wine merah sebagian besar berada di mereka terbaik ketika suhu melayani adalah antara 60-65 derajat Fahrenheit - melayani mereka terlalu hangat dan rasa alkohol terlalu jelas, melayani mereka terlalu dingin dan mereka dengan cepat akan membelok menuju pahit dan lebih zat pada langit-langit.


Gaya Wine Merah
Seperti dengan semua Wines, pembuat Wine tertentu akan memiliki cukup "mengatakan" dalam gaya Wine ia akan menghasilkan. Yang mengatakan, Wines merah sering dikelompokkan berdasar Sebagai contoh, orang mungkin mengatakan bahwa Anggur merah tertentu "cahaya-bertubuh" - merujuk pada merasa-mulut dan struktur tanin "-tipe tubuh.". Sebuah Wine cahaya bertubuh akan memiliki lebih sedikit tanin hadir dan kehadiran kurang pada langit-langit. Wine ini cenderung kurang menuntut mitra dengan penuh rasa makanan. Contoh dari Wine lampu merah bertubuh akan menjadi salah satu berasal dari varietas anggur Gamay, seperti Wine terkenal Perancis merah muda: Beaujolais Nouveau. Sebuah Wine merah sedang berbadan akan mengandung tanin lebih dari di atas Beaujolais Nouveau, tapi tidak akan memiliki kekuatan mengerut dekat dari California Cabernet Sauvignon bertenaga tinggi atau Super Italia Tuscan. Contoh umum Wine merah sedang-bertubuh meliputi: Merlot, Shiraz atau Chianti. Wine merah penuh berbadan membanggakan tanin tertinggi (dan sering alkohol) konten. contoh Perdana merah penuh bertubuh yang terhormat Prancis Bordeaux anggur, Cabs kunci California dan mendesis Tuscans Super Italia. Secara umum, Wines cahaya bertubuh cenderung "merasa" lebih seperti air di dalam mulut. Sebaliknya, "penuh-bertubuh" Wine merasa lebih berat, lebih seperti susu, efek ini disebabkan sebagian besar ke tanin tinggi (dan lagi, alkohol) konten. (Stacy Slinkard, Panduan About.com)


Lihat juga:
Sate
Ice cream

Selasa, 09 November 2010

Sate Kelinci Telaga Sarangan Jawa Timur

Magetan - Berkunjung ke kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, tidak lengkap jika tidak mencicipi kuliner khasnya, yakni Sate kelinci.

Tidak sulit mencari dimana pengunjung dapat menemukan hidangan khas ini. Karena hampir di sekeliling Telaga Sarangan terdapat warung-warung tenda maupun pedagang kaki lima yang menjajakan Sate kelinci.

Data dari Dinas Pariwisata Magetan mencatat, terdapat sedikitnya 140 pedagang Sate kelinci yang berjualan di sekitar kawasan Telaga Sarangan. Mereka tergabung dalam paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan.

Hampir sama dengan hidangan Sate pada umumnya, hanya saja pada Sate kelinci memiliki tekstur daging yang berserat halus dan warna sedikit pucat. Sehingga rasanya lebih lembut dan gurih saat dikunyah. Tidak seperti halnya Sate daging ayam ataupun kambing.

Salah satu anggota paguyuban pedagang Sate kelinci Telaga Sarangan, Sukatno, mengatakan, untuk dikonsumsi menjadi hidangan Satekelinci yang mantap, biasanya daging kelinci diambil dari kelinci yang berumur antara empat hingga enam bulan.

"Dipilihnya umur tersebut, karena rasa daging yang dihasilkannya akan empuk dan gurih," ujar Sukatno sambil mengipasi sate kelincinya.

Dalam penyajiannya, Sate kelinci tak ubahnya sate lainnya. Bumbunya pun sama yaitu terdiri atas bumbu kacang dihaluskan bercampur irisan bawang merah dan kecap manis. Bagi yang suka pedas bisa ditambahkan sambal pada bumbu Satenya. Demikian juga untuk sensasi rasa segar, pada bumbu Sate bisa ditambahkan dengan air perasan irisan jeruk nipis.

Ada dua pilihan dalam menyajikan satu porsi Sate kelinci, yakni menikmati Sate dengan irisan lontong yang lembut atau nasi putih yang pulen. Hidangan ini akan terasa lebih nikmat lagi saat menyantapnya sambil menikmati pemandangan Telaga Sarangan nan elok.

Satu porsi Sate kelinci Telaga Sarangan ini terdiri dari 15 tusuk Sate dan satu piring lontong ataupun nasi putih. Satu porsinya dihargai Rp10.000,00. Atau untuk 10 tusuknya hanya merogoh kocek Rp7.000,00 saja.

Sukatno menambahkan, satu kelinci muda, rata-rata dapat menghasilkan 60 hingga 90 tusuk Sate, tergantung dari ukuran kelinci. Rata-rata untuk hari libur seperti hari Minggu, pedagang Sate kelinci bisa menjual hingga 250 tusuk, sedangkan pada liburan keagamaan ataupun akhir tahun bisa meningkat hingga 900 tusuk Sate.

Sukatno mengaku, kelinci-kelinci tersebut ia peroleh dari pedagang pengepul yang sudah mejadi langganannya. Ia menggeluti pekerjaan berjualan Sate kelinci ini sudah sejak tahun 1983.

"Setiap berkunjung ke Telaga Sarangan, saya selalu membeli makanan kesukaan saya yakni Sate kelinci. Menurut saya, daging Sate kelinci di Telaga Sarangan lebih empuk dan gurih. Selain itu harganya juga pas," kata salah satu pengunjung Telaga Sarangan dari Madiun, Ashari Purwo.

Menurutnya, Sate kelinci Telaga Sarangan akan lebih "mak nyus" jika disandingkan dengan minuman teh tubruk hangat. Pasangan ini sangat pas untuk menikmati sejuknya udara di lereng Gunung Lawu ini. (Louis Rieka - AntaraJatim)


Lihat juga :
Dim Sum
Burger King

Senin, 08 November 2010

Sate Bandeng Ibu Aliyah

Yang paling unik dari kuliner khas Banten adalah bentuk penyajiannya dalam bentuk Sate, selain Sate bebek yang menjadi andalan kuliner Banten yaitu Sate bandeng. Kuliner ini sudah terkenal di berbagai penjuru di Indonesia, dengan dipublikasikannya kuliner ini melalui beberapa media, baik itu cetak dan elektronik.

Sate Bandeng yang terkenal di Banten yaitu Sate Bandeng Ibu Aliyah. Usaha ini didirikan sejak tahun 1989, merupakan usaha turun-temurun dari sejak dahulu. Harga yang ditawarkan oleh Sate Bandeng Ibu Aliyah termasuk tinggi yaitu sebesar Rp. 25 ribu per ekor.
“Harga boleh lebih mahal tetapi kita mengimbanginya dengan kualitas rasa yang lebih dan beda,” ujarnya.

Aliyah menambahkan percuma dijual harga murah tetapi kualitas rasa tidak diperhatikan.
Aliyah dalam satu hari dapat memproduksi Sate Bandeng sebanyak 60 tusuk dengan ikan sebanyak 20 Kg. Sate Bandeng Ibu Aliyah melakukan inovasi baru dengan menyediakan dua macam pilihan rasa, rasa biasa, manis gurih, dan rasa pedas. Tergantung keinginan pembeli yang mana yang paling disukai. Ikan yang dipilih untuk dibuat Sate bandeng tentunya adalah ikan yang terbaik dan masih segar dengan produksi sebanyak dua hari satu kali.

Persaingan usaha pembuatan Sate bandeng menurut Aliyah, mengalami persaingan yang tidak sehat. “Dulu saya pertama kali yang mempelopori berjualan Sate bandeng di sepanjang jalan tol menuju Serang Timur, tetapi sekarang sudah banyak yang berjualan dengan harga murah dan rasa yang tidak menjamin, maka dari itu saya pindah dan membuka usaha ini di rumah saja,” terangnya.
Aliyah menambahkan dalam menghadapi persaingan merupakan sebuah tantangan baginya dan semakin menambah keyakinannya untuk bisa bertahan di antara persaingan yang ada. (ari/nia - koran banten)


Lihat juga :
Dim Sum
Soto

Minggu, 07 November 2010

Sate landak Jl. Tawangmangu

Pernah mencoba Sate Landak? Bagi kebanyakan orang, landak atau Hedgehog porcupine yang sekujur tubuhnya dipenuhi duri tak lebih dari sekadar hewan perusak hasil perkebunan yang mesti dimusnahkan. Namun, di tangan salah seorang warga Matesih, Sukatno, 68, landak disulap menjadi Sate dengan harga per porsi Rp 20.000.

Rasanya? Para penggemar daging-dagingan dijamin akan merasakan sensasi tersendiri kala mengunyah olahan daging . Tekstur dan warna dagingnya mirip daging kambing. Bedanya, daging landak lebih empuk dan tidak berbau apak.

Tak ayal, semakin lama peminat Sate landak terus bertambah. Bahkan, tak hanya dilirik wisatawan nusantara, tetapi sejumlah wisatawan mancanegara pun terpesona rasa menu eksentrik itu. “Apalagi khasiat daging landak juga banyak sekali,” tutur pemilik warung Gunung Lawu spesial penyedia Sate landak, Jl Tawangmangu Matesih km 2, Sukatno.

Di antaranya, kata Sukatno berkhasiat menyembuhkan penyakit gatal, asma serta untuk menjaga vitalitas tubuh. Selain di Sate, daging landak juga yummy dimasak tongseng ataupun rica-rica. “Khusus rica-rica biasanya menggunakan daging kepala landak,” ujar lelaki yang empat tahun lalu menerima penghargaan Muri sebagai pelopor Sate landak di Indonesia.

Selain Sate landak, Sukatno juga menyajikan menu unik lainnya. Seperti Sate biawak dan sate tupai. Tetapi, kata Sukatno di antara menu-menu uniknya itu, menurutnya Sate landak tetap yang paling nikmat. Apalagi jika menyantapnya ditemani dengan segelas bir plethok. Minuman 100% bebas alkohol yang terbuat dari 12 macam rempah-rempah.

Warna minuman yang per gelasnya dijual Rp 3.000 itu kuning kemerahan. Rasanya mantap. Aroma jahe dan kayu secang terasa dominan. Mirip wedang uwuh khas Imogiri Bantul. Bedanya, bir plethok disajikan tanpa disertai uwuh atau sampah rempah-rempahnya. “Bir plethok juga tak kalah banyak khasiatnya untuk menjaga kesehatan,” tandas kakek empat cucu ini. (Fetty Permatasari - Solo pos)

Lihat juga :
Hanamasa
Burger King

Rabu, 03 November 2010

Erika Kirihara Loves Sate

Indonesia has a myriad of culinary delights to eat. Not only the Indonesian archipelago made food addiction, a Japanese artist Erika Kirihara too.

Cast the movie 'Arisan Brondong' was revealed that she loves to eat Goat's Sate . Goat meat texture and flavor complement the characteristic that makes Erika addiction.

"Delicious, delicious, delicious goat Sate," she explained during a dinner at the office detikhot AFP, Jl Warung Buncit Raya, South Jakarta, Wednesday (17/2/2010).

Erika says in his homeland, the goat is not sold. Automatic food from goat meat would not be found in restaurants in Japan. No wonder when the menu offered by detikhot Sate goat for dinner, Erika did not reject it.

When Erika's visit to Jakarta in December 2009 and then for the purpose of filming the movie 'Arisan Bronwen, he was offered by Maxima Pictures Sate goat food. Maxima Pictures is a production house which Erika contracted to play in the movie 'Arisan Bronwen'.

Besides Sate goats, women born December 15, 1987 was also fond of fried rice with egg ceploknya. The food becomes a meal for most Indonesian people are valued Erika unique.

If the Indonesian guy, Sate goat and fried rice to make Erika's interested in, not with the weather in Jakarta. According to her, the air in Jakarta is very hot.

"Very hot in here, quite different with Tokyo," she said.

Besides heat, Erika also can not stand with congestion and pollution in Jakarta. No wonder during the Jakarta hotel he rarely came out during the day and prefer to walk as the sun began to slip in the western horizon. (Fjr / Fjr - detikhot)


See also:
Soto
Hanamasa

Resep Sate Kelinci

Anda suka Sate? Pernah mencoba Sate Kelinci? Jika anda penasaran, berikut resep Sate Kelinci :

Bahan dan bumbu :
1. daging 1 ekor kelinci, potong kecil-kecil lalu ditusuk
2. 1 ons bawang putih
3. ½ kg kacang tanah
4. ¼ kg gula merah
5. 10 buah cabai merah
6. 10 buah cabai rawit
7. 10 lembar daun jeruk nipis
8. 5 siung bawang merah, rajang halus
9. air secukupnya
10. kecap secukupnya

Cara memasak :
1. Bawang putih, kacang tanah, cabai merah, cabai rawit digoreng sangan
2. Tumbuk bahan-bahan tersebut sampai halus
3. Masukkan gula merah dan daun jeruk nipis lalu tumbuk kembali sampai halus
4. Bagilah bumbu kacang tersebut menjadi dua bagian. Satu bagian sebagai bumbu untuk membakar dan sisanya untuk diguyurkan di atas sate.
5. Celupkan sate pada bumbu kacang lalu bakar sampai matang
6. Hidangkan di atas piring saji lalu guyurlah dengan sambal kacang
7. Taburi rajangan bawang merah agar rasa sate semakin nendang
8. Sajikan dengan nasi putih hangat atau lontong

(solopos - Budi Cahyono)


Lihat juga :
Hanamasa
Soto

Selasa, 02 November 2010

Makan Dim Sum Yuk

Bikin Dim Sum sendiri? Ternyata, tidak sulit! Bahan-bahannya mudah didapat dan variasinya ada ratusan, bisa disesuaikan dengan selera. Dari jenis dumpling, gorengan, panggang yang asin gurih hingga dim sum manis seperti Egg Custard Tarts, Sweet Lotus Seed Buns hingga Mango Almond Pudding. Semua detil pembuatannya diungkap tuntas di buku ini! Mau coba? Dim Sum?

Penganan berbentuk mungil ini memang berasal dari bagian Selatan Cina dan menjadi populer di HongKong yang kemudian menyebar ke hampir semua belahan dunia. Kini, Anda pun bisa sarapan dim sum di warung pinggir jalan atau rumah makan yang ada di berbagai kota besar. Teknologi pangan yang berkembang pesat memicu perkembangan dim sum menjadi makanan yang populer, kaya variasi dan rasanya enak. Meskipun untuk membuat dim sum yang bagus, orang harus mengikut pelatihan, bukan berarti dim sum tak bisa dibuat di dapur sendiri. Karena ada jenis-jenis dim sum yang mudah dibuat, maka Anda tak perlu menjadi seorang dim sum chef untuk bisa membuat dim sum yang enak. Dari buku ini pun Anda bisa belajar banyak soal dim sum termasuk trik-trik membuat bulatan, pao, lipatan hingga teknik menggoreng dan mengukusnya. Pada awal bab, mula-mula sang pengarang Vicki Liley yang telah banyak menulis buku tentang makanan Asia ini menjelaskan tentang tata cara penyajian dim sum.

Di negeri asalnya sendiri, Cina, sebenarnya makanan ini biasa dijual di kedai-kedai teh dan disajikan bersama teh pahit Cina. Hal tersebut bukannya tanpa maksud, teh tanpa gula ini sebenarnya berfungsi untuk melarutkan lemak yang terkandung dalam dim sum. Oleh sebab itu tak heran teh memiliki peran penting ketika menyantap dim sum, sehingga pengarang juga membahas tentang teh Cina ini beserta jenis-jenisnya. Kemudian pembahasan selanjutnya adalah tentang peralatan yang digunakan untuk membuat dim sum. Dari wajan besi yang digunakan untuk mengukus dan menggoreng dim sum secara deep-frying, bambu bulat untuk steam, jepitan atau chopstick, dan saringan untuk mengangkat makanan dari dalam minyak panas disebutkan secara jelas. Tak hanya itu, pengarang pun menambahkan tips-tips yang berguna saat mencuci peralatan yang telah digunakan tersebut. Sedangkan untuk proses deep frying dim sum, cara mengukus, membuat dumpling hingga membuat pao dapat Anda temukan pada bab selanjutnya, lengkap dengan foto-foto yang jelas dan cantik. Jika Anda kesulitan untuk memahami bahan-bahan untuk membuat dim sum, seperti chinese brokoli, jamur shitake, sesame oil dan spring roll wrapping, Anda tak perlu khawatir.

Di bab berjudul Essential Dim Sum Ingredients, pengarang akan menjelaskan ciri-ciri dan bahkan bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai pengganti. Jika Anda penasaran ingin membuat siau mai sendiri, dalam bab Steamed Dim Sum ada berbagai resep yang menarik. Mulai dari Siew Mai Dumplings, Snowpea Shoot Dumplings, dan Salmon Dumplings with Cream Cheese yaitu dumpling yang berisi salmon dan krim keju atau Steamed Shanghai Dumplings (Xiao Long Bao) yang hingga kini masih menjadi favorit dan dikenal dengan nama "Shanghai street dumplings". Khusus untuk kaum vegetarir, ada juga resep jenis dumpling, pao, dan spring rolls yang berisi sayur-sayuran yang layak Anda coba. Tak ketinggalan berbagai sajian pangsit dan lumpia renyah, dengan berbagai isian mulai dari kepiting, udang dan ayam dapat Anda temukan di halaman 64 dan dilanjutkan dengan ulasan dan resep-resep sajian dari nasi. Pada bab terakhir, pengarang menutup buku setebal 96 halaman ini dengan sajian "Dessert" yang tak kalah lezat dan populer.

Mulai Egg Custard Tarts yaitu kue pie dengan filling yang terbuat dari kuning telur lembut, Red Bean Paste Buns yaitu sejenis bakpao kecil yang berisi kacang merah nan lezat dan ditaburi sedikit wijen diatasnya, serta Manggo Almond Pudding yang sering kita jumpai di resto-resto. Buku yang dikemas dengan hardcover ini juga disertai foto-foto dim sum yang menawan. Nah, jika akhir pekan ini Anda ingin menikmati Yum Cha, menyantap dim sum buatan sendiri plus teh hangat, buku terbitan Tuttle Publishing ini layak dijadikan acuan!! Dim Sum Vicky Liley Tuttle Publishing Tersedia di toko buku Periplus http://www.periplus.co.id Harga : Rp 125.000,00. (dev / Odi-detikfood)


Lihat juga :
Sour Sally
Sate

Senin, 01 November 2010

Warung Sushi Minimalis yang Terbuka

Restoran Sushi yang biasanya identik dengan tempat yang mewah, dengan harga yang selangit dipatahkan oleh Sushi Boon yang ada di pinggir Jalan Dago tepatnya di depan Level Factory Outlet. Sushi lovers juga bisa menikmati aneka fusion sushi dengan harga yang merakyat.
Eating sushi with different experience itulah slogan Sushi Boon. Saat makan di Sushi Boon, akan terasa berbeda dengan menyantap sushi di restoran khusus sushi lainnya.

Konsep warung sushi ini minimalis dan terbuka. Di sana pengunjung bisa duduk di bangku plastik sederhana, atau di meja mirip bar yang langsung berhadapan dengan koki Sushi Boon.

Beragam gambar pada menu fusion sushi atau suhsi yang telah dimodifikasi membuat tak sabar ingin segera mencicipi makanan khas Jepang ini. Beberapa menu di Sushi Boon di antaranya rolling stones, spiky the spicy, battousai roll, crabby baby, leviathan, sweetheart, sunshine, dan maguro island. Selain itu, ada juga original sushi seperti nigiri, gunkan, maki, dan donburi.

Menurut salah satu pemilik Sushi Boon, Rifki Amir Balfas (22), dari beberapa menu di atas, jenis sushi yang menjadi andalan adalah Rolling Stones. Sengaja diberi nama Rolling Stones agar lebih dingat dan sesuai dengan pasar Sushi Boon yang targetnya adalah anak muda.

"Pemilihan namanya memang anak muda banget. Biar gampang di ingat juga," katanya sambil tertawa.

Rolling stones adalah sushi yang didalamnya terdiri dari beef teriyaki dan melting mozzarella cheese. Menu ini cocok untuk yang tidak menyukai jenis suhsi seafood.

Soal harga, jangan khawatir, harga sushi di Sushi Boon ringan di kantong. Harganya berkisar dari Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. Menurut Rifki, harganya memang disesuaikan dengan pasarnya yakni kalangan mahasiswa, remaja, dewasa muda. "Kita pengen konsumen senang," tandasnya.

Porsinya pun berbeda dengan kebanyakan porsi sushi lainnya yang hanya menyuguhkan 4 potong sushi. Di Sushi Boon ini, fusion sushi dibagi menjadi 8 potong. "Dulu sih kenapa 8 potong karena kita kan bisnis ber-delapan, jadi biar pas saja mencoba satu-satu," ucapnya.

Konsep outdoor Sushi Boon membuat suasana fun dan rileks lebih terasa saat menyantap aneka sushi. Jika tak ingin makan di tempat, Sushi Boon juga bisa dibungkus untuk dibawa pulang. "Orang-orang kan biasanya agak segan masuk ke restoran sushi yang mewah. Kita ingin bikin santai saja dengan konsep seperti ini," tutupnya. (avi/tya-detikbandung)


Lihat juga : Burger King, Sate

Kamis, 28 Oktober 2010

Satay, a dish of marinated grilled meats

Satay (pronounced /ˈsæteɪ/ SA-tay) or sate is a dish of marinated, skewered and grilled meats, served with a sauce. Satay may consist of diced or sliced chicken, goat, mutton, beef, pork, fish, tofu, or other meats; the more authentic version uses skewers from the midrib of the coconut leaf, although bamboo skewers are often used. These are grilled or barbecued over a wood or charcoal fire, then served with various spicy seasonings.

Satay may have originated in Java or Sumatra, Indonesia. Satay is available almost anywhere in Indonesia, where it has become a national dish. It is also popular in many other Southeast Asian countries, such as: Malaysia, Singapore, Brunei, Thailand, the southern Philippines and in the Netherlands, as Indonesia is a former Dutch colony.

Satay is a very popular delicacy in Indonesia; Indonesia’s diverse ethnic groups’ culinary art (see Cuisine of Indonesia) have produced a wide variety of satays. In Indonesia, satay can be obtained from a travelling satay vendor, from a street-side tent-restaurant, in an upper-class restaurant, or during traditional celebration feasts. In Malaysia, satay is a popular dish - especially during celebrations - and can be found throughout the country. Close analogues are yakitori from Japan, shish kebab from Turkey, chuanr from China and sosatie from South Africa.

Turmeric is a compulsory ingredient used to marinate satay, which gives the dish its characteristic yellow colour. Meats commonly used include beef, mutton, pork, venison, fish, shrimp, squid, chicken, and even tripe. Some have also used more exotic meats, such as turtle, crocodile, and snake meat.
Satay may be served with a spicy peanut sauce dip, or peanut gravy, slivers of onions and cucumbers, and ketupat (rice cakes).

Pork satay can be served in a pineapple-based satay sauce or cucumber relish. An Indonesian version uses a soy-based dip.
Satay is not the same as the Vietnamese condiment sate, which typically includes ground chili, onion, tomato, shrimp, oil, and nuts. Vietnamese sate is commonly served alongside noodle and noodle-soup dishes. (wikipedia)


See also : wine

soto